“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya,

ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu,

tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”

(Matius 7:24-25)

Kamis, 06 Februari 2014

Live to Love



Live to Love
(Ditulis oleh Niken Nababan untuk halaman Fokus Buletin PMKT UGM edisi Februari 2011) 
 
Ketika Yesus bertanya kepada Petrus, apakah Petrus mengasihi-Nya, Petruspun menjawab bahwa ia mengasihi Yesus (Yoh. 21:15-17). Yesus mengulang pertanyaan itu karena jawaban Petrus tidak sesuai dengan keinginan Yesus. Yesus menginginkan agaphe, kasih murni tanpa syarat, namun Petrus hanya mau memberikan  philia, kasih karena hubungan persaudaraan. Yesus sangat mengerti keterbatasan Petrus yang tidak akan bisa memberikan agaphe, maka pada pertanyaan ketiga nilai kasih diturunkan menjadi philia.



Jauh hari sebelum kejadian itu, Yesus telah memberikan perintah baru kepada murid-murid-Nya, bahwa murid-murid harus saling mengasihi seperti Yesus mengasihi mereka (Yoh. 13:31-35). Kasih yang dimaksud di sini adalah agaphe. Kasih yang diajarkan berulang-ulang telah dijadikan sebagai hukum yang terutama di atas seluruh perintah Allah, juga menunjukkan bahwa Yesus meletakkan kasih sebagai dasar dari semua perintah-Nya.



Sebagaimana halnya Yesus memaklumi Petrus, Dia juga memaklumi kita yang sangat terbatas ini. Namun perintah untuk memiliki kasih agaphe itu tetap berlangsung selama kita hidup di dunia ini. Artinya Tuhan menginginkan kita selalu belajar untuk bisa memiliki kasih agaphe. Itu juga sebabnya mengapa Yesus menanyakan hal itu kepada Petrus sampai tiga kali. Karena Yesus ingin Petrus melakukan kasih agaphe, bukan philia. Yesus memberi kesempatan kepada Petrus untuk berpikir dan belajar mengasihi dengan kasih agaphe.



Tuhan tidak menilai pencapaian kita sejauh mana bisa mengasihi, tapi Dia melihat usaha kita ke arah itu. Usaha untuk terus belajar memiliki kasih agaphe, kasih murni tanpa syarat, kasih tanpa pamrih, kasih bukan hanya karena mereka teman sepelayanan, tapi kasih kepada semua orang termasuk kepada mereka yang memusuhi kita. Semua kita lakukan di dalam pimpinan Roh Kudus yang akan menolong dan menyempurnakan usaha kita untuk memiliki kasih agaphe.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar