“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya,

ia sama dengan orang yang bijaksana,

yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,

lalu angin melanda rumah itu,

tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”

Matius 7:24-25

Sabtu, 15 Januari 2011

ABIGAIL, PEREMPUAN YANG MENYELAMATKAN KELUARGANYA

ABIGAIL, PEREMPUAN YANG MENYELAMATKAN KELUARGANYA

 

Belajar Dari Tokoh Abigail

Kisah Abigail ditulis di kitab 1 Samuel 25:2-42. Abigail memiliki sifat yang pantas untuk ditiru oleh setiap istri. Abigail adalah istri dari Nabal, seorang yang bebal, kasar dan jahat kelakuannya. Namun demikian hal itu tidak mengubah sifat Abigail yang cantik. Ia tetap menjadi istri yang bijak, taat dan hormat kepada suaminya serta rendah hati kepada setiap orang. Nabal orang kaya yang sombong, kikir dan mementingkan diri sendiri. Nabal menghina Daud sehingga Daud menjadi murka dan hendak membinasakan semua laki-laki di Maon. Tetapi Abigail memikirkan keselamatan suaminya dan seluruh orang di rumahnya. Ia mengambil alih peran Nabal tanpa menjatuhkan harga diri Nabal di depan orang lain. Bahkan ia mau mengambil resiko dengan menghadap Daud yang sedang murka dan merendahkan diri sujud pada kaki Daud untuk meredakan kemarahan Daud. Saat itu Abigail menyatakan bahwa kesalahan suaminya adalah kecerobohannya sebagai istri dan ia mau menanggung kesalahan itu. Abigail bukan hanya bijak tetapi juga sangat mengasihi suaminya dengan tulus. Ketika Nabal meninggal, Abigail memperoleh kemuliaan Tuhan dengan menjadi istri Daud raja Israel.

PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL DARI TOKOH ABIGAIL (1 Samuel 25)

1. Mau mendengarkan saran atau teguran dari orang lain walaupun posisi kita lebih tinggi dari orang tersebut.
Ayat 17  Abigail mau mendengarkan nasihat bujangnya/pelayannya, menggambarkan sifatnya yang rendah hati.

2. Rela berkorban demi keselamatan suami dan keluarga.
Ayat 23-24  Abigail mau menanggung kesalahan Nabal dengan merendahkan dirinya di kaki Daud yang sedang marah kepada Nabal. Abigail mau menanggung resiko kemungkinan Daud akan marah kepadanya, bahkan bisa saja membunuhnya.

3. Menjaga kehormatan suami.
Ayat 28  Abigail menjaga kehormatan suaminya dengan mengakui kesalahan suami sebagai kesalahannya juga. Didasari prinsip bahwa suami istri adalah satu daging (Kejadian 2:24).

4. Pandai memilih waktu kapan harus berkata-kata, kapan harus diam dan kapan harus bertindak dalam menghadapi masalah dengan suami maupun keluarga.
Ayat 36-37  Abigail menahan diri dan memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan permasalahan mereka yaitu di saat suaminya sudah tenang dan tidak mabuk lagi.

5. Istri yang bijak akan mendapat pujian dan perlindungan Tuhan.
Ayat 32-34  Tuhan melindungi Abigail dan membuat Daud luluh karena sikapnya yang bijak. Daudpun memujinya dan terus mengingatnya.

6. Istri yang mengikut Tuhan akan mendapatkan berkat-Nya lebih dari pada yang diharapkan.
Ayat 26,32,41,42  Abigail mengikut Tuhan sepenuh hati maka ia diberi hikmat Tuhan di dalam perannya sebagai istri dan pada akhirnya ia mendapat kemuliaan dari Tuhan dengan diambil istri oleh raja Daud. Pada konteks jamannya, hal ini adalah kemuliaan bagi para wanita.

UNTUK DIRENUNGKAN PARA ISTRI:

Jadilah istri yang berperan sebagai penolong suami, bukan sebaliknya malah merongrong suami. Berbuat baik bukan karena kebaikan suami tapi karena ketaatan kepada Tuhan, dan jalanilah peran ini dengan sukacita dan ketulusan hati karena upahnya besar di surga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar